3 Negara Hebat “Hanya” Karena Hobi Membaca

Negara hebat hanya karena hobi membaca – “Membaca adalah jendela dunia” begitulah slogan yang kita ketahui sejak berada di bangku sekolah, slogan yang mengajak agar menjadikan membaca salah satu hobi dan kegiatan yang bermanfaat.

Tetapi tak sedikit orang yang kurang gemar membaca dan menganggap kegiatan ini sebagai kegiatan yang membosankan. Tentu saja banyak hal positif yang dapat kita peroleh dari membaca. Mari coba untuk mengubah sudut pandang kita tentang “Membaca” , berikut 3 Negara Hebat “Hanya” Karena Hobi Membaca yang tinggi.

1.Finlandia

3 negara hebat karena membaca 1

Posisi teratas adalah negara Finlandia, seperti yang diketahui bahwa Finlandia merupakan negara dengan peringkat teratas dalam bidang Pendidikannya. Hal tersebut tentu saja dapat tercapai karena banyak hal, salah satunya kegemaran membaca warganya. Aktifitas membaca yang rutin telah menjadi satu budaya yang mengakar bagi warga negara Finlandia.

Tak tanggung – tanggung, anak-anak di Finlandia sejak balita telah dijejali buku yang menumbuhkan rasa antusiasme sehingga mereka ketagihan membaca. Di Finlandia, warga beranggapan usia dini adalah waktu yang sangat kritis dalam hal belajar karena pada saat itulah otak anak sedang berkembang pesat. Hal ini pun didukung dengan tingginya jumlah penerbitan buku anak-anak dari Finlandia (jika dibanding negara lain).

Budaya membaca pada anak-anak dikemas sangat apik dan ditayangkan melalui tontonan televisi, biasanya stasiun TV di Finlandia menayangkan program berbahasa asing dengan teks terjemahan bahasa Finlandia sehingga anak – anak membaca teks saat menonton TV. Dari kebiasaan sederhana yang diajarkan sejak dini dapat dilihat hasil nyatanya, saat ini Finlandia merupakan negra dengan peringkat teratas di bidang pendidikan.

2.Perancis

3 negara hebat karena membaca 2

Kondisi sosial politik Perancis memanas sebelum Raja Louis XVI naik tahta. Pada waktu itu kesenjangan sosial sangat tinggi dan warga di perlakukan secara semena-mena, akibatnya warga sangat membenci kerajaan. Tekad warga untuk memusnahkan korupsi dan praktik kecurangan yang dilakukan oleh para bangsawan dan orang-orang kaya sangat besar.

Revolusi Prancis merupakan peristiwa yang sangat berdampak signifikan terhadap kondisi negara Perancis, salah satu hal yang terdampak adalah perkembangan studi Ilmu Hubungan Internasional. Diketahui sebuah sumber literasi mengatakan bahwa pemicu Revolusi Perancis adalah pemikiran sastrawan bernama Voltaire.

Hal ini tertulis pada novelnya yang berjudul “Candide”, dalam novel ini terdapat penyampaian atau penyuaraan kritik atas kekuasaaan negara Perancis yang berdampak Voltaire dihukum mati oleh pihak pemerintah. Singkat cerita, setelah masyarakat lebih melek membaca, tulisan Voltaire ramai diperbincangkan hingga akhirnya memicu gerakan Revolusi Perancis. Sampai hari ini, budaya membaca di masyarakat Perancis masih terus berlanjut.

3.Jepang

3 negara hebat karena membaca 3

Negara Jepang dapat bangkit dari keterpurukan karena kebiasaan membaca warganya yang tinggi. Seorang peraih Nobel Ekonomi tahun 1998 bernama Amartya Sen menyoroti kebangkitan Jepang dari perspektif literasi atau keaksaraan. Menurut Amartya Sen, pada abad ke 19 merupakan waktu kebangkitan Jepang dengan restorasi Meiji-nya. pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pemberantasan buta huruf merupakan langkah yang mengangkat Jepang dari keterpurukan.

Pada waktu itu, Jepang telah memiliki tingkat keberaksaraan yang lebih tinggi dibanding Eropa. Pada tahun 1913 jepang menjadi produsen buku terbesar di dunia walaupun dari segi ekonomi belum berkembang, Jepang telah menerbitkan lebih banyak buku dibanding Amerika Serikat. Budaya membaca  di kalangan warga Jepang juga turut didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing. Bahasa Inggirs, Perancis, Jerman, dan masih banyak lagi. Meskipun sempat terpuruk akibat bom atom oleh Amerika Serikat, Jepang bangkit berkat tingginya minat membaca warganya.

Kegemaran membaca warga jepang yang sangat tinggi dapat terbukti ketika didalam Densha atau kereta listrik yang sebagian besar penumpangnya sedang membaca buku. Kegiatan membaca juga dielukan pemerinta dengan membuat manga untuk materi kurikulum sekolah di semua jenjang dan mata pelajaran.

Sekian hal yang dapat kami bagikan mengenai 3 Negara yang berhasil mencetak sejarah karena kegemaran warganya akan membaca, semoga negara kita dapat meniru prestasi negara – negara tersebut. Jika masih ada hal yang ingin diketahui silahkan tinggalkan jejak pada kolom komentar. Jangan lupa share jika anda terbantu dan informasi ini bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three − two =