7 Hewan yang Menginspirasi Teknologi Canggih

7 Hewan yang Menginspirasi Teknologi – Tak bisa dimungkiri, keperluan kami pada teknologi tambah besar. Hal ini sebab bagaimana sejak dahulu teknologi memudahkan hidup kita. Terobosan baru di pengetahuan pengetahuan pun membawa dampak teknologi tambah pesat lajunya. Saat ini teknologi apalagi tak pernah kehabisan inspirasi untuk terus maju.

Dalam perihal ini, ilmuwan banyak sekali menyita inspirasi dari apa yang telah alam berikan. Salah satunya adalah beraneka mekanisme hewan di dalam menekuni kehidupannya. Nah berikut adalah deretan hewan yang jadi inspirasi teknologi canggih.

1.Burung

burung

Ketika naik pesawat sebelum mendarat, pernahkah Anda mengamati bagian sayap dan melihat bilah-bilah kecil terlihat di selama sayap? Ternyata bilah ini adalah semacam rem udara untuk menahan pesawat mogok disaat melambat. Teknologi canggih ini pasti dipikirkan masak-masak oleh para ilmuwan penerbang. Namun burung memiliki versi sendiri dari teknologi pandai ini. Hal tersebut bersifat bulu yang sesuai secara khusus. Bulu burung dibagi secara luas menjadi bulu primer dan bulu sekunder, yang sebagian di antaranya amat penting untuk terbang.

Sisanya, umumnya hanya untuk keindahan saja.  Terdapat beberapa bulu yang bertugas untuk menolong stabilisasi burung dikala akan mendarat atau terbang lambat. Jadi burung juga punya bulu yang bertugas layaknya slot yang ada di sayap pesawat.

2.Lumba-Lumba

lumba lumba

Kapal, kapal selam, dan berbagai peralatan untuk melaut, kebanyakan dilengkapi sonar untuk navigasi, menjauhkan halangan di laur, ataupun mencari obyek bawah air. Sonar sendiri bekerja dengan memancarkan nada terhadap frekuensi tertentu, dan menyebarkan gelombang tersebut ke sekelilingnya. Jika gelombang sonar tersebut memantul ke sebuah benda padat dan kembali ke perangkat pemancarnya, perangkat tersebut mampu menghimpun Info mengenai bentuk, ukuran, dan jarak benda.

Memang perihal ini berfaedah bari para pelaut, khususnya angkatan laut. Namun perihal ini mengambil alih gagasan berasal dari paus dan lumba-lumba yang sesungguhnya punyai insting tersebut. Paus dan lumba-lumba bahkan bisa membedakan benda-benda yang sangat kecil berasal dari jarak sejauh 15 meter dengan kebolehan sonar mereka. Antara sonar milik militer dan paus dan juga lumba-lumba. ternyata pakai frekuensi yang sama: yaitu antara 100Hz dan 500Hz.

3.Alga

alga

Dilansir Scientific American, baru-baru ini sekelompok ilmuwan mempelajari salamander dan menemukan bahwa embrio hewan ini memiliki kandungan alga. Jadi, bayi salamander yang belum menetas, di dalamnya terdapat alga. Alga ini bertahan hidup bersama memakan limbah yang yang dihasilkan oleh embrio salamander tersebut.

Akhirnya alga tersebut menghasilkan energi dan nutrisi bagi bayi salamander yang tengah berkembang.
Bisa diartikan bahwa alga ini membawa energi untuk bayi salamander dari fotosintesis, yang pada dasarnya adalah proses pengubahan cahaya matahari menjadi energi. Tentu perihal ini adalah perihal yang serupa bersama panel surya yang mengubah cahaya matahari menjadi listrik.

4.Burung Hantu

burung hantu

Jika Anda pernah menghabiskan kala di ruangan kedap suara, ternyata untuk membuatnya tak sesederhana itu. Mulai berasal dari susunan insulatif, bahan penyerap, dan beraneka bahan lain. Namun perihal ini ternyata udah dijalankan di awalnya oleh burung hantu. Burung hantu adalah hewan yang mangsanya adalah hewan-hewan berpendengaran tajam, seperti tikus. Jadi mereka udah memanfaatkan beraneka elemen di pengedapan nada untuk membuatnya tak bersuara.

Desain bulu-lah yang menjadikannya seperti ini. Belahan kecin dan serat memisahkan aliran udara melalui sayap. Hal ini menahan nada apa pun yang disebabkan oleh hambatan udara, yang memang merupakan ciri khas burung saat terbang.

5.Bintang Laut

bintang laut

Kloning adalah fenomena ilmu ilmu yang lumayan kontroversial dan sulit. Domba dolly adalah keliru satu yang paling populer dalam teknologi ini. Namun di makhluk hidup lain seperti bintang laut, kloning tak butuh teknologi. Bintang laut telah melaksanakan reproduksi aseksual tanpa tersedia kesusahan apapun.

Tak hanya itu, bintang laut adalah binatang yang juga sanggup reproduksi secara seksual, namun yang reproduksi secara aseksual sanggup hidup lebih lama. Terlebih lagi, kecuali seekor bintang laut mematahkan kaki atau bahkan terpotong tubuhnya menjadi dua, makhluk tersebut akan tumbuh lagi dan regenerasi sesuai kebutuhan.

6.Migrasi Burung

migrasi burung

Migrasi burung merupakan misteri yang luar biasa bagi para ilmuwan. Ada banyak sekali mungkin penjelasan mengenai bagaimana burung mengerti arah pergi: jadi dari posisi matahari, penggunaan peta bintang, indera penciuman, deteksi medan magnet Bumi, sampai ingatan yang tajam. Namun perihal ini selamanya jadi lumayan tidak mungkin untuk dijalankan secara konsisten ke area obyek yang terpencil, di situasi yang acapkali tak bersahabat. Bahkan, perihal ini termasuk dijalankan dengan baik oleh burung yang belum pernah migrasi sebelumnya.

Para ilmuwan menyebut, migrasi burung seakan-akan pakai teknologi GPS yang canggih, yang tingkatannya jauh di atas kemampuan manusia, yang udah dari sananya ada di dalam otak mereka. Hal paling bisa saja yang diprediksi oleh para ilmuwan adalah perihal ini mengacu pada medan magnet Bumi, gara-gara banyak hewan lain yang termasuk sensitif dengan medan magnet seperti rubah atau bahkan anjing.

7.Lebah

lebah

Terinspirasi dari alam, tepatnya si penghasil madu yaitu lebah, para ilmuwan sukses mengembangkan sebuah drone yang ukurannya benar-benar kecil, atau lebih pas disebut microdrone. Drone tawon ini, dikembangkan oleh kelompok ilmuwan Stanford University di Amerika Serikat (AS) dan cole Polytechnique Fdrale de Lausanne di Swiss.

Menariknya, drone tawon ini diklaim sangat kuat. Saking kuatnya, mereka apalagi sanggup terhubung pintu 40 kali lebih berat berasal dari bobot tawon sungguhan. Saat menciptakan drone tawon, para ilmuwan meneliti jikalau tawon sungguhan sanggup menyeret mangsanya sambil terbang. Karena itu, langkah tawon memburu mangsa dengan menyeretnya diimplementasikan ke didalam sebuah algoritma, yang dikembangkan ke drone. Dengan demikian, mereka sanggup terhubung pintu dengan langkah tersebut. Sistem ini dinamai dengan julukan “FlyCroTugs”.

Sekian hal yang dapat kami bagikan mengenai 7 Hewan yang Menginspirasi Teknologi Canggih. Jika ada hal yang ingin ditanyakan, silahkan tinggalkan jejak di kolom komentar dan jangan lupa share jika anda terbantu dan informasi ini bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

fifteen + six =