Ballast Lampu : Pengertian, Fungsi dan Tipenya

Ballast Lampu : Pengertian, Fungsi dan Tipenya – Sebelum membaca artikel kali ini, ada baiknya pembaca mengetahui bahwa ballast terdiri dari dua jenis yaitu ballast elektronik dan ballast trafo. Ballast elektronik lebih banyak digunakan karena merupakan rangkaian kontrol dengan fungsi menyalakan lampu TL (lampu fluorescent) yang punya efisiensi daya jauh.

Ballast Lampu : Pengertian, Fungsi dan Tipenya

Apa Itu Ballast ?

Ballast adalah sebuah rangkaian kontrol yang punya fungsi menyalakan lampu TL. Ballast elektronik yang biasa digunakan pada lampu TL. Walaupun saat ini telah banyak orang yang memakai bohlam maupun lampu LED, tetapi sebagian orang masih memutuskan memakai lampu TL sebab efisiensinya yang lebih baik.

Maksud dari efisiensi di sini merupakan perbandingan intensitas cahaya yang dihasilkan dengan energi listrik yang digunakan. Disamping memiliki kelebihan efisiensi yang lebih baik, namun pemakaian lampu TL dengan ballast juga memiliki sebagian kekurangan seperti ukurannya yang relatif lebih besar hingga pengeluaran yang lebih mahal. Walaupun begitu bersamaan pertumbuhan waktu serta pemakaian ballast elektronik, ukurannya dapat diperkecil.

Fungsi Ballast

Terdapat 2 tipe ballast ialah ballast trafo serta ballast elektronik. Ballast elektronika ialah pengembangan dari ballast trafo dengan beberapa bagian seperti starter kapasitor, DC to AC converter, serta rectifier. Berikut fungsi dari masing – masing komponen ballast :

1.Starter kapasitor

Starter Kapasitor berperan untuk menyalakan lampu TL( fluorescent) disaat pertama kalinya. Bagian ini sesungguhnya tidak harus, sebab buat ballast elektronik dengan frekuensi besar tidak membutuhkan dukungan starter.

2.DC to AC converter

Bagian kedua yang bisa kita temukan dalam ballast elektronik adalah DC to AC converter. Bagian yang satu ini mempunyai guna mengganti tegangan HVDC 320 volt jadi tegangan yang lebih besar, ialah AC 500 sampai 800 volt dengan frekuensi 20 sampai 60 KHz.

3.Rectifier

Bagian rectifier ini mempunyai peranan mengubah tegangan listrik bolak- balik AC 220 volt yang berasal dari PLN jadi tegangan searah( DC) tinggi( High Voltage DC/ HVDC) 320 volt. Jadi peranan dari rectifier ini kebalikan dari tugas bagian DC to AC converter.

Tipe-tipe Ballast

1.Flyback Inverter

Jenis yang satu ini memanglah tidak begitu terkenal di pasaran sebab memakai pendekatan transien tegangan besar sehingga berakibat langsung dengan pemakaian rangkaian tegangan besar. Begitu pula dengan komponen transistor yang digunakan, pula yang bertegangan besar.

2.Current Source Resonant

Tipe ballast yang satu ini memperlukan komponen tambahan berupa induktor. Tidak hanya itu pada ballast current source resonant juga membutuhkan transistor tegangan besar, sama semacam flyback inverter. Ciri transistor yang digunakan haruslah mempunyai tegangan breakdown.

3.Voltage Source Resonant

Jenis ballast yang satu ini mempunyai spesifikasi yang lebih baik sebab sanggup menghindari interferensi gelombang radio. Sebenarnya tiap- tiap jenis ballast tadi memiliki kelebihan serta kekurangan masing- masing yang bisa dipilih sesuai kebutuhan.

Sekian hal yang dapat kami bagikan mengenai Ballast Lampu : Pengertian, Fungsi dan Tipenya. Jika ada hal yang ingin ditanyakan, silahkan tinggalkan jejak di kolom komentar dan jangan lupa share jika anda terbantu dan informasi ini bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

18 − sixteen =