Gas Analyzer Pada Industri

Gas Analyzer Pada Industri – Untuk mengetahui apakah sudah terjadi pembakaran yang baik di dalam kiln, perlu dilakukan pemeriksaan gas buangnya terutama kadar oxigen (O2 dan karbon monoksida (CO). Maka dari itu kita membutuhkan sebuah perangkat Sistem dari gas analyzer.

Gas Analyzer Pada Industri

1. Sampling system

Sampling system adalah suatu perangkat/alat untuk mengambil contoh gas untuk dianalisa kandungan kadarnya. Gas yang akan diukur mempunyai temperatur dan debu yang tinggi.

Oleh karena itu tidak dapat langsung dimasukkan ke analyzer karena contoh gas yang akan diambil mempunyai tekanan yang lebih rendah dari tekanan udara luar.

Maka cara pengambilannya harus dihisap dengan alat yang disebut probe. Ada dua macam probe yang digunakan, yaitu :

  • Probe yang dilengkapi dengan keramik filter dihisap dengan menggunakan vacuum pump
  • Probe yang dilengkapi dengan water spray untuk menghisapnya.

Probe yang menggunakan water spray menggunakan prinsip jet pipe, air yang disemprotkan melalui probe berfungsi untuk mendinginkan gas yang akan dianalisa, mendinginkan probe dengan mengikat debu.

Karena dari probe air dan gelembung gas sampling, air dan sampling akan dipisahkan di air separator sehingga tinggal gas samplingnya saja.

Karena gas sampling masih mengandung uap air, maka uap airnya harus dipisahkan dengan cara mengembunkannya. Gas sampling tersebut didinginkan di Gas Cooler. Keluaran dari Gas Cooler sekarang berupa gas sampling kering.

Untuk lebih menjamin gas sampling benar-benar bebas dari debu dan uap air, dipasang filter yang biasanya kertas (disk filter).

Gas analyzer membutuhkan beberapa syarat agar dapat diukur dengan benar, yaitu:

  • Bebas dari kontaminasi debu dan uap air
  • Tempertur gas sampling sama dengan temperatur ambient
  • Flow gas harus stabil

Karena syarat-syarat tersebut di atas, maka keluaran dari filter harus dipasang flow regulator. Biasanya flow regulator diset 1 liter/ menit atau tergantung pada instruksi manual gas analyzer.

Keluaran dari flow regulator dimasukkan kedua gas analyzer untuk diukur kandungan gasnya kemudian dikirim ke recorder di CCP.

Output contact point yang tersedia di CO analyzer dimanfaatkan untuk mematikan penangkap debu EP, karena bila kadar CO cukup tinggi dapat mengakibatkan kebakaran di EP.

2. Oxigen Analyzer

Oxigen adalah gas yang mempunyai sifat paramagnetik jauh lebih besar dibanding dengan gas-gas lainnya. Sifat paramagnetik adalah dapat diimbas oleh magnet.

Sifat ini yang dimanfaatkan sebagai analisa kandungan gas oxigen.Oxigen analyzer tidak hanya terdiri dari cell analyzing saja tetapi terdiri dari beberapa peralatan agar dapat dibaca oleh indera manusia.

Block diagram dari oxigen analyzer digambar seperti gambar V-15 terdiri dari 2 compartment yaitu electronic compartment dan measuring compartment.Analyzing cell sangat peka terhadap perubahan temperatur, agar oxigen analyzer dapat digunakan dalam berbagai cuaca maka dibutuhkan penyetabil temperatur guna menjaga temperaturnya dijaga tetap, yang disimpan di constant temperature chamber.

Penyetabil temperatur pada blok diagram terdiri dari heater, detector temperature dan power supply temperature controller.

Karena analyzing cell dibentuk oleh rangkaian jembatan Wheatstone, maka dibutuhkan sumber tegangan tetap (constan voltage circuit). Keluaran dari analyzing cell dimasukkan ke range circuit, kemudian diperkuat oleh amplifier.

Output amplifier yang berupa tegangan diubah menjadi arus oleh output circuit untuk selanjutnya dikirim ke indicator dan recorder di CCP.

3. CO Analyzer

Jika kaca berwarna atau cairan yang berwarna dilalui oleh cahaya, maka cahaya yang keluar dari kaca atau cairan tersebut akan berwarna seperti warna kaca atau cairan tersebut.

Penyebabnya adalah kaca atau cairan berwarna tersebut menyerap panjang gelombang tertentu dan meneruskan panjang gelombang lainnya. Demikian pula gas-gas yang transparan menyerap panjang gelombang tertentu pada spektrum tertentu ketika dilalui oleh cahaya yang kelihatan.

Gas CO bersifat menyerap panjang gelombang 2,3 um-4,7 um pada spektrum infra merah. Gas-gas yang molekulnya beratom sama, misalnya O2, N2, H2 dll dan gas insert antara lain Argon, Xenon.bersifat transparan sekalipun pada spektrum infra merah.

Penyerapan dari panjang gelombang tertentu berarti transmissibilitynya kurang dari 100 % ketika suatu benda dipancarkan cahaya yang mempunyai panjang gelombang tertentu.

Transmissibility bergantung kepada konsentrasi gas, hal ini dikenal sebagai hukum Lambert-Bear. Jika konsentrasi gas tertentu pada sample diketahui, maka derajat kekurangan penyerapan dari gas sample murni dapat diukur. Dengan prinsip ini dapat diukur konsentrasi gas tertentu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two × 4 =