Perkembangan Artificial Intelligence

Perkembangan Artificial Intelligence – AI (Artificial Intelligence) atau kecerdasan buatan merupakan sebuah entitas cerdas yang diciptakan oleh manusia dan kemudian dimasukan kedalam suatu proses atau mesin yang dapat berpikir dan mengambil ketentuan sendiri.

Dalam mengambil keputusan, proses dilatih secara tetap menerus melalui training knowledge hingga proses selanjutnya dapat dengan sendirinya menentukan keputusan. Setelah tahu apa itu AI, akan terbesit di asumsi bagaimana awal mula AI ini diciptakan.  Berikut merupakan peristiwa lahirnya AI:

Perkembangan Artificial Intelligence

Tahun 1950 (The Imitation Game)

Pada th. 1950, Alan Turing memperkenalkan “Turing Test”, yakni sebuah metode yang punya kapabilitas untuk menampilkan tingkah laku cerdas yang tidak sanggup dibedakan berasal dari manusia.

Tahun 1956 (The Beginning of AI)

Pada tahun 1956, musim panas Research Project Dartmouth untuk mempopulerkan istilah Artificial Intelligence (AI) merupakan awal dari lahirnya AI.

Tahun 1963 (Cold War Concerns)

Pada tahun 1963, Agensi pemerintah US yakni Defense Advanced Research Project Agency (DARPA) mendanai penelitian AI terhadap kampus seperti MIT, bersama harapan bahwa mesin sanggup bahasa Rusia secara instan.

Tahun 1974 (The Winter of AI)

Pada tahun 1974, dengan hasil AI yang mengecewakan, pemerintah di seluruh dunia menarik kembali pendanaan mereka pada penelitian AI. Hal ini terjadi selama dua dekade musim dingin.

Tahun 1984 (Common-Sense AI)

Douglas Lenat memutuskan untuk membangun sebuah AI yang dapat membuat penalaran yang bijaksana. Douglas Lenat membangun AI selama 30 tahun sebelum mereka dapat digunakan secara komersial.

Tahun 1997 ( Checkmate)

Pada th. 1997, Sebuah pc catur yang dinamai Deep Blue milik IBM  merupakan pc pertama yang memenangkan permainan catur melawan sang juara catur Garry Kasparov.

 Tahun 2000 (The Ideal Search Engine is Smart)

Pendiri Google, Larry Page berdiskusi untuk menciptakan Google Search yang mengarah pada AI.

Tahun 2001: A Space Odyssey

“I’m Sorry, Dave, I’m afraid i can’t do that” merupakan cuplikan percakapan pada film terkenal milik Stanley Kubrick yaitu 2001: A Space Odyssey yang menceritakan superkomputer pembunuh dengan teknologi AI, HAL 9000.

Tahun 2011 (Hey, Siri)

Apple, Perusahaan teknologi yang didirikan oleh SteveJobs memperkenalkan Siri setelah mendapatkannya berasal dari Stanford Research Institute setahun sebelumnya.

Tahun 2012 (Catching Cats)

Sebuah teknologi Neural Network milik Google, melatih dirinya untuk mengenali kucing dan manusia berasal dari jutaan gambar yang disita berasal dari Youtube. Hasil yang didapatkan yaitu bisa mengenali kucing bersama tingkat akurasi 74.8 % dan 81.7% untuk wajah manusia.

Tahun 2014 (Game Over)

Stephen Hawking berkata, “Pengembangan penuh dari AI dapat memprediksi akhir dari umat manusia”.

Tahun 2015 (AI for Everyone)

Lagi-Lagi Google merilis TensorFlow, sebuah platform open source untuk “machine learning”

Tahun 2017 ( AI First)

Sundar Pichai mengumumkan bahwa Google bergeser dari dunia mobile-first ke dunia AI-first.

Tahun 2018 (Backlash)

Di tengah rekor pendanaan untuk Startup AI, Google dikritik karena menjajakan AI kepada perusahaan Pentagon, dan Amazon melaksanakan pengawasan bagaimana departemen kepolisian mengfungsikan AI untuk pengenalan wajah.

Tahun 2019 (The Writing is on The Wall)

Kepala dari tim Google Quantum menyajikan tingkat pertumbuhannya, yang menunjukan bahwa supremasi kuantum nyaris tidak ada.

Sekian hal yang dapat kami bagikan mengenai Perkembangan Artificial Intelligence . Jika ada hal yang ingin ditanyakan, silahkan tinggalkan jejak di kolom komentar dan jangan lupa share jika anda terbantu dan informasi ini bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

19 − eight =