Perkembangan Dan Jenis Monitor

Halo sobat CentiPedia ! kali ini kita membahas tentang monitor, tahukan tiap hari kita sering menonton tv atau mengunakan komputer tapi tidak pernah tahu sejarah Monitor, kali ini kita membahas Perkembangan Dan Jenis Monitor Simak Yuk!
Visual Display Unit (VDU) atau yang biasa juga disebut monitor adalah hardware yang mengoutput data secara grafis dan menjadi layar tampilan dari sebuah central processing. Untuk CPU atau computer sendiri, penggunaan monitor tidak dapat dipisahkan dikarenakan computer sangat sulit atau bahkan tidak dapat digunakan tanpa monitor. Fungsi monitor sebagai output dari memori computer atau central processing yang berupa biner. Biner kemudian diubah untuk ditampilkan ke monitor agar dapat di pahami oleh pengguna.

Perkembangan Monitor

The Video Display Terminal atau VDT adalah awal mula penemuan monitor. VDT berupa layar yang tergabung dengan keyboard yang kemudian dihubungkan dengan computer.

1. Tahun 1855 – Tabung Geissler

GEISSLER
Tahap perkembangan pertama terjadi pada tahun 1855, ilmuwan asal jerman Heinrich Geissler menemukan monitor tabung yang bernama tabung geissler.

2. Tahun 1888 – Penemuan Liquid Crystal

Tahap perkembangan kedua pada tahun 1888 atau 33 tahun setelah penemuan tabung sinar katoda, Ahli kimia asal Austria bernama Friedrich Reinitzer mengembangkan penemuan tabung dengan menemukan “Liquid Crystal”. Cairan ini memungkinkan monitor menampilkan visual yang lebih baik.

4. Tahun 1897 – Tabung BRAUN

BRAUN
Karl Ferdinand Braun mengembangkan tabung Geissler dengan menggunakan osiloskop yang menghasilkan tabung Braun.

5. Tahun 1930 – Siaran Full Electronic

Pada tahun 1931 di ajang Internasional Radio Show di Berlin, Manfred    Von Ardenne, ilmuwan dari Universal Knowledge memperkenalkan siaran    televisi full electronic pertama buatannya.

6. Tahun 1963 – Penemuan Liquid Crystal Cyan Biphenyl

George Gray, ahli kimia dari Universitas Hull Inggris, menemukan kristal yang menjadi dasar untuk pengembangan bahan kristal cairan stabil yang digunakan pada LCD sampai saat ini yaitu Crystal Cyan Biphenyl.

7. Tahun 1969-1980  – TN-CGA-MDA

TN
James Fergason mengembangkan teknologi Twisted Nematic (TN) yang mengontol light transfer dari liquid crystal. Kendala yang terjadi adalah resolusi monitor yang hanya mampu menampilkan 40 karakter secara horizontal dan monokrom. Kemudian monitor yang telah dilengkapi TN diproduksi oleh pihak IBM PC dengan kemampuan Green Monochrome dengan tampilan yang lebih terang dan stabil.
CGA
Pada awal tahun 1980-an IBM PC memunculkan monitor Color Graphics Adapter (CGA) dengan resolusi 160×200 sampai 640×200 dengan kemampuan 2 hingga 16 warna. CGA merupakan Graphic Card pertama dan standar display warna. Pada tahun yang sama, IBM PC memperkenalkan Monochrom Display Adapter (MDA) yang hanya bisa menampilkan teks sebanyak 80 kolom dan 25 baris.

8. Tahun 1984

EGA
IBM PC kembali memperkenalkan Graphics Adapter (EGA) dengan spesifikasi yang lebihi tinggi dari CGA. EGA dilengkapi dengan resolusi 640×350 dengan kemampuan 16 warna dengan kondisi stabil. EGA menggunakan Transistor Transistor Logic (TTL) yang menggunakan nomor diskrit spesifik untuk mengatur warna dan intensitas cahaya. Meskipun telah sangat using, EGA masih digunakan dibeberapa computer sebagai monitornya karena tampilannya yang stabil.

9. Tahun 1987

IBM memperkenalkan tampilan standar Video Graphics Adapter (VGA). VGA merupakan standard analog video dengan sinyal R (Red), G (Green) dan B (Blue) yang digunakan untuk menampilkan objek full color dengan intensitas yang tinggi.
VGA kemudian menjadi standar grafis terakhir yang komersial diikuti oleh pabrikan. Hal ini terbukti dengan lahirnya generasi VGA seperti PGA, XGA adan SVGA yang menggunakan standar analog video dari VGA.

10. Pada tahun 1990

XVGA
IBM memperkenalkan standar grafis Extended Graaphics Array  (XGA),    dengan resolusi 800×600 hingga 1024×768 dengan kemampuan 65 ribu hingga 16 juta warna. Generasi monitor selanjutnya yaitu Liquid Crystal Display atau yang kita kenal LCD menghasilkan Flat Panel Display dengan bentuk pipih dan kemampuan display dengan resolusi tinggi.

11. Tahun 2000

Kemudian pada tahun 2000-an pasar dunia diisi dengan hadirnya monitor layar datar dan body tipis yang ditujukan untuk Home User Monitor dengan harga yang terjangkau.

 12. Tahun 2005

LCD
Perusahaan elektronik Jepang yaitu Toshiba, pada tahun 2005 menghadirkan monitor atau layar dengan kemampuan efek 3 Dimensi atau 3D. Efek 3D dapat dirasakan dengan bantuan alat seperti kacamata, namun ada pula tanpa bantuan alat tetapi mata atau pandangan harus pada posisi tertentu.

Jenis – Jenis Monitor

Berikut ini adalah beberapa jenis monitor yang sudah berkembang dari dulu sampai sekarang.

1. Cathode Ray Tube

CRT

Teknologi Tabung Brown (CRT Display) ditemukan pada tahun 1897, kemudian pada tahun 1926 diadopsi untuk menerima siaran TV. CRT Display termasuk jenis monitor yang memiliki kualitas gambar yang sangan bagus pada masanya. Namun salah satu kekurangan terbesarnya adalah semakin besar display CRT semakin besar bulai dimensi tabungnya.

Kelebihan Monitor CRT
  • Harga termasuk terjangkau dan murah
  • Warna tajam dan akurat
  • Resolusi monitor fleksibel
  • Perawatan mudah
  • Bebas dead pixel, ghosting dan viewing angle
Kekurangan Monitor CRT
  • Penggunaan daya listrik yang besar
  • Radiasi sinar CRT berakibat kurang baik bagi otak, mata dan sel rambut manusia.
  • Bergantung pada refreshrate
  • Rentan distorsi, glare dan flicker
  • Dimensi besar yang menggunakan banyak ruang

2.      Liquid Crystal Display (LCD) atau Flat Display Panel (FDP)

Monitor LCD memiliki bentuk yang pipih dengan dimensi yang minim sehingga tidak memakan banyak ruang dan energy. LCD banyak digunakan pada computer-komputer portable atau laptop karena bentuknya.
LCD telah dilengkapi dengan Brigtness Ratio sehingga pengguna dapat mengatur tingkat kecerahan monitor sesuka hati. LCD menggunakan Liquid Crystal yang berpencar, cairan ini adalah molekul organic kental yang mengalir namun memiliki struktur spasial seperti Kristal.
LCD
Lapisan-lapisan dalam sebuah LCD:
  1. Polaroid belakang
  2. Elektroda belakang
  3. Plat kaca belakang
  4. Kristal Cair
  5. Plat kaca depan
  6. Elektroda depan
  7. Polaroid depan
Elektroda dalam lapisan LCD berguna menciptakan medanlistrik pada Liquid Crystal dan Polaroid  berfungsi untuk menciptakan suatu polarisasi.
Kelebihan Monitor LCD
  • Kualitas gambar lebih jernih dan tajam
  • Sinar yang dipancarkan oleh LCD tidak melelahkan mata
  • Konsumsi listrik lebih hemat
  • Pengaturan display user mudah dipahami
  • Dimensi yang tipis dan ringan sehingga menghemat ruang
Kekurangan Monitor LCD
  • Layar LCD cenderung lebih sensitif
  • Viewing angel terbatas, color depth terbatas dan gradasi warna kuning
  • Tampilan gambar hanya baik pada resolusi native
  • Response time dan ghosting
  • Harga lebih mahal, peru perawatan ekstra hati-hati dan dead pixel

3.      Monitor LED (Light Emitting Diode)

LED
Monitor LED memiliki bentuk seperti Monitor LCD namun LED lebih ramping. LED menggunakan emisi cahaya untuk display layarnya dan dilengkapi dengan kemampuan teknologi LED Backlight.
Kelebihan Monitor LED
  • Kontras ganbar yang sangat tajam hingga jutaan pixel
  • Konsumsi listrik yang lebih hemat dibandingkan dengan LCD
  • Usia pemakaian lebih panjang
  • Ukuran yang lebih slim dan lebih ringan
  • Pencahayaan lebih baik dbandingkan LCD
Kekurangan Monitor LED
  • Harga lebih mahal dibandingkan monitor LCD
  • Layar LED yang tipis cenderung lebih sensitive

4.      Plasma Gas atau Organic Light Emitting Diode (OLED)

OLED

Monitor jenis OLED merupakan penggabungan teknologi CRT dengan LCD, dengan ukuran tipis seperti LCD namun dilengkapi dengan view angle selebar CRT. OLED atau Plasma gas menggunakan fosfor yang dapat beredar atau menyebar tanpa adanya bantuan cahaya di belakang layar yang membuatnya hemat energi.

Kelebihan Monitor Plasma

  • Display plasma dengan contrast ratio tinggi (10.000 : 1)
  • Reproduksi warna sangat baik dan level blackrendah
  • Hamper tidak ada reponse time
  • Sudut pandang (viewing angle) sangat baik
  • Bentuk ramping
Kelemahan Monitor Plasma
  • Harga relatif mahal
  • Memiliki ukuran pixel pitch yang besar
  • Bobot yang sangat besar atau berat
  • Konsumsi daya dan operasional suhu yang tinggi
  • Cell plasma untuk perwakilan tiap pixel gambar hanya memiliki fungsi on/off sehingga reproduksi warna jauh lebih terbatas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eighteen − 17 =