Pulse Width Modulation (PWM)

Pulse Width Modulation – PWM merupakan salah satu teknik untuk meraih tanda analog berasal dari sebuah piranti digital. Sebenarnya tanda PWM dapat dibangkitkan dengan banyak cara, secara analog memanfaatkan IC op-amp atau secara digital. Secara analog tiap tiap pergantian PWM-nya benar-benar halus, namun secara digital tiap tiap pergantian PWM dipengaruhi oleh resolusi PWM itu sendiri.

Pulse Width Modulation

Pengertian PWM

Pulse Width Modulation( PWM) secara universal merupakan suatu metode memanipulasi lebar sinyal yang dinyatakan dengan pulsa dalam satu periode, untuk memperoleh tegangan rata- rata yang berbeda. Bebarapa contoh aplikasi PWM merupakan pemodulasian informasi untuk telekomunikasi,

pwm 1

Pengontrolan energi ataupun tegangan yang masuk ke beban, regulator tegangan, audio effect serta penguatan, dan aplikasi- aplikasi yang lain. Aplikasi PWM berbasis mikrokontroller umumnya berbentuk pengendalian kecepatan motor DC, pengendalian motor servo, serta pengaturan nyala cerah LED. Oleh sebab itu dibutuhkan uraian terhadap konsep PWM itu sendiri.

Konsep Dasar PWM

Sinyal PWM pada biasanya punyai amplitude dan frekuensi basic yang tetap, namun punyai lebar pulsa yang bervariasi. Lebar pulsa PWM berbanding lurus dengan amplitude tanda asli yang belum termodulasi. Artinya, tanda PWM punyai frekuensi gelombang yang selalu namun duty cycle begitu banyak ragam pada 0% hingga 100%. Dari persamaan diatas, diketahui bahwa pergantian duty cycle akan mempengaruhi tegangan output atau tegangan.

Resolusi adalah jumlah variasi pergantian nilai di dalam PWM tersebut. Misalkan suatu PWM punyai resolusi 8 bit, artinya PWM ini punyai variasi pergantian nilai sebanyak 256 variasi merasa berasal dari 0 – 225 pergantian nilai yang mewakili duty cycle 0% – 100% berasal dari keluaran PWM tersebut.

pwm 2

Metode PWM Driver Motor DC Dengan IC555

Dalam pengaturan kecepatan motor DC salah satunya yang terkenal merupakan dengan metode PWM. Dengan tata cara ini motor DC diberikan sumber tegangan yang normal dengan frekuensi kerja yang sama namun ton duty cycle pulsa kontrol kecepatan motor DC yang bermacam- macam. Konsep PWM pada driver motor DC merupakan mengendalikan lebar sisi positif serta negative pulsa kontrol pada frekuensi kerja yang senantiasa. Terus menjadi lebar sisi pulsa positif hingga terus menjadi besar kecepatan putar motor DC serta terus menjadi lebar sisi pulsa negatif hingga terus menjadi rendah kecepatan putar motor DC.

Tata cara PWM pada driver motor DC secara pendek bisa dipaparkan memakai rangkaian driver motor DC satu arah dengan kontrol PWM memakai IC NE555 seperti pada rangkaian dibawah.

pwm 3

Rangkaian sederhana diatas dapat beri tambahan deskripsi tentang tehnik PWM terhadap driver motor DC. IC555 diset sebagai astabil multivibrator bersama dengan frekuensi kerja selamanya (nilai RC tetap) bersama dengan output diberikan ke alur driver motor DC sederhana bersama dengan mosfet. Konsep dasar pengecekan PWM pakai alur diatas terdapat terhadap penambahan dua buah diode yang mengendalikan sistem charge dan discharge kapasitor 0,1uF. Posisi tuas potensiometer 100K yang membuka bersama dengan dua buah diode berikut akan memilih waktu charge atau discharge kapasitor 0,1uF.

Metode PWM Driver Motor DC Dengan LM741

Rangkaian kontrol motor DC ini memakai penguat op- amp 741 pengikut tegangan masukan non inverting yang tersambung ke kecepatan serta arah rotasi potensiometer VR1. Ketika VR1 terletak pada posisi tengah, output op- amp merupakan mendekati nol serta Q1- Q2 merupakan off. Ketika VR1 berpaling ke arah sisi posistif, output akan on serta Q1 akan memasok arus ke motor serta Q2 akan off. Ketika VR1 berpaling kearah sisi negatif switch keluaran op- amp dengan tegangan negatif serta akan Q1 off serta Q2 on yang membalikkan arah rotasi motor.

pwm 8

Metode PWM Motor DC Dengan LM324

Rangkaian speed controller motor DC ini mengenakan op- amp yang difungsikan sebagai pembangkit PWM. Tenaga kerja rangkaian controller ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan tegangan kerja motor DC yang dikendalikan. Frekuensi kerja rangkaian ini ialah 400Hz dengan lebar pulsa high dan low yang dapat dikontrol.

Rangkaian ini dapat mengendalikan motor DC 12 Volt hingga 24 Volt. Rangkaian ini pula mengenakan driver mosfet. Untuk mengendalikan kecepatan motor DC dapat mengenakan potensiometer VR1. Terus jadi rendah terus jadi rendah tegangan yang diberikan kepada op- amp, terus jadi kilat putaran motor DC dan terus jadi besar tegangan yang diberikan kepada op- amp, terus jadi lelet putaran motor DC. Untuk tingkatkan kemampuan tenaga rangkaian diatas dapat diganti mosfet yang memiliki kemampuan mengalirkan arus yang lebih besar( IRF521).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

16 − 8 =