Spiritual Quotient adalah ?

Spiritual Quotient – Kecerdasan spiritual yang berkembang bersama baik bakal ditandai bersama kemampuan seseorang untuk bersikap fleksibel dan ringan mengatur diri bersama lingkungan, punyai tingkat kesadaran yang tinggi, mampu hadapi penderitaan dan rasa sakit, mampu menyita pelajaran yang bernilai berasal dari suatu kegagalan, mampu mewujudkan hidup cocok bersama visi dan misi, mampu memandang keterkaitan pada berbagai hal, mandiri, serta terhadap kelanjutannya menyebabkan seseorang tahu bakal makna hidupnya.

Spiritual Quotient Intelligence

Kecerdasan spiritual (bahasa Inggris: spiritual quotient, disingkat SQ) adalah kecerdasan jiwa yang mendukung seseorang untuk mengembangkan dirinya secara utuh lewat penciptaan bisa saja untuk menerapkan nilai-nilai positif. SQ merupakan layanan yang mendukung seseorang untuk menangani persoalan dan berdamai bersama persoalannya itu. Ciri utama berasal dari SQ ini ditunjukkan bersama kesadaran seseorang untuk pakai pengalamannya sebagai wujud penerapan nilai dan makna.

Spiritual Intelligence (SI) atau kecerdasan spiritual. Pertama kali dikonsep oleh seorang psikolog yang bernama Danah Zohar, pada tahun 1997. Konsep ini dapat dibilang baru dalam dunia psikologi, karena konsep yang dikemukakan belum dianggap matang. SI dibuat oleh Zohar untuk mengukur kemampuan seseorang dalam memaknai kehidupannya, jadi  tidak ada hubungannya dengan agama ataupun kerohanian dalam konsep awam.

Kemampuan SQ/SI

Kemampuan-kemampuan yang menurut Zohar tergabung dalam konsep SI antara lain:

  1. Spontanitas
  2. Visioner
  3. rasa kemanusiaan
  4. kemampuan untuk bertanya hal-hal yang bersifat mendalam seperti “siapakah saya dalam dunia ini?”
  5. kemampuan untuk menerima perbedaan

Sekali lagi konsep diatas dianggap tidak matang oleh para ahli ilmu psikologi. Alat ukur yang digunakan Zohar terbilang “tidak masuk akal” sehingga skor yang keluar rata –  rata tinggi.

Orang melakukan beraneka macam cara agar bisa memenuhi keperluan spiritualnya. Banyak orang yang melakukan kesibukan sosial seperti menyantuni anak yatim demi memuaskan rohani atau spriritualnya. Namun tak jarang termasuk orang melakukan meditasi, yoga maupun bersama dengan melakukan introspeksi diri sendiri Agar menemukan jati diri dan beralih jadi khusus yang lebih baik agar bisa menemukan makna hidup sebenarnya.

Sekian hal yang dapat kami bagikan mengenai SQ / SI atau Spiritual  Quotient / Intelligence .  Jika ada hal yang ingin ditanyakan, silahkan tinggalkan jejak di kolom komentar dan jangan lupa share jika anda terbantu dan informasi ini bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sixteen − 11 =