Apa Sih EQ itu ?

Apa Sih EQ itu ? – EQ pertama kali dikonsepin oleh Keith Beasley pada tulisannya di artikel Mensa pada tahun 1987. Tapi, istilah ini baru mendunia setelah Daniel Goleman pada bukunya “Emotional Intelligence – Why it can matter more than IQ” yang terbit pada tahun 1995. Walaupun buku ini dianggap bukan sebagai buku akademik, tapi konsep EI yang disusun oleh Goleman bikin para ahli psikologi membuat penelitian tentang hal ini.

Apa Sih EQ itu ?

Emotional Quotient  Intelligence

Emotional Quotient (EQ) dan Emotional Intelligence (EI) sebenernya sama. Kecerdasan emosional (bahasa Inggris: emotional quotient, disingkat EQ) adalah kemampuan seseorang untuk menerima, menilai, mengelola, serta mengontrol emosi dirinya dan orang lain di sekitarnya. Dalam hal ini, emosi mengacu pada perasaan pada Info dapat suatu hubungan. Sedangkan, kecerdasan (intelijen) mengacu pada kapasitas untuk memberikan alasan yang valid dapat suatu hubungan. Kecerdasan emosional (EQ) belakangan ini dinilai tidak kalah penting dengan kecerdasan intelektual (IQ. Sebuah penelitian mengutarakan bahwa kecerdasan emosional dua kali lebih penting daripada kecerdasan intelektual di dalam memberikan kontribusi pada kesuksesan seseorang.

Menurut Howard Gardner (1983) terdapat lima pokok utama berasal dari kecerdasan emosional seseorang, yaitu mampu paham dan mengelola emosi diri sendiri, mempunyai kepekaan pada emosi orang lain, mampu merespon dan bernegosiasi bersama orang lain secara emosional, dan juga mampu manfaatkan emosi sebagai alat untuk memotivasi diri

Pembagian EQ

Kecerdasan Emosional, terhadap intinya adalah kemampuan kita bikin ngidentifikasi, ngukur, dan ngontrol emosi diri sendiri, orang sekitar, dan kelompok. Para peneliti EI miliki posisi bahwa EI lebih mutlak daripada sekadar kecerdasan kognitif. Goleman sendiri membagi kemampuan-kemampuan emosional jadi lima kemampuan:

  1. kesadaran diri,
  2. kontrol diri,
  3. kemampuan sosial,
  4. empati,
  5. motivasi.

Goleman berpendapat bahwa tanpa kelima kemampuan ini, orang yang memiliki IQ tinggi bakal kehambat dalam kegiatan akademik serta pekerjaan.

Sekian hal yang dapat kami bagikan mengenai EQ atau Emotional  Quotient / Intelligence .  Jika ada hal yang ingin ditanyakan, silahkan tinggalkan jejak di kolom komentar dan jangan lupa share jika anda terbantu dan informasi ini bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 × four =